Senin, 26 Mei 2008

VBSCRIPT VIRUS GENERATOR



SEORANG pembuat virus dapat menciptakan virus jenis VB-Script hanya dengan bermodalkan Notepad. Bisa membuatnya dari nol ataupun memodifikasi dari virus yang sudah ada. Namun masih ada cara yang lebih mudah lagi, yakni menggunakan program virus generator. Jika dahulu, ada programer dari Argentina dengan nick name [K]alamar, pembuat VBSWG (VBS Worm Generator) yang sangat terkenal, kini ada pembuat virus lokal yang juga ingin mengikuti jejaknya dengan membuat Generator virus berjenis VBScript ini.

Vir.VBS Generator
Pembuat Virus Generator tersebut menamakannya sebagai Vir.VBS Generator, PCMAV mengenalnya sebagai Gen.VirVBS. Dibuat menggunakan Visual Basic. Ukuran dari program tersebut cukup kecil, sekitar 64.512 bytes dalam keadaan terkompresi menggunakan UPX. Generator ini mengklaim dirinya dapat menghasilkan virus yang memiliki beberapa kemampuan, mulai dari teknik stealth, encryption, time-bomb, hingga polymorphic.

Virus generator ini memiliki user interface yang terbilang simpel. Pengguna akan disuguhkan beberapa opsi atau pengaturan. Mulai dari pengaturan nama virus, nama file induk virus, lokasi penyebaran, penyamaran, dan juga pertahanan. Hanya cukup memilih opsi yang diinginkan dengan cara mencentangnya ([1]), lalu menekan tombol Create, tak lama kemudian virus baru akan tercipta. Ya, hanya semudah itu membuatnya.

Lokasi Penyebaran
Seperti yang tertulis pada program tersebut, ia memiliki beberapa lokasi penyebaran, di antaranya adalah Flash Disk, Drive, Folder Root, Folder II (Up), Folder III (Up), My Documents, Nethood, Windows, dan Recent Folder. Tapi tetap, ia memiliki file induk utama yang akan ia tempatkan pada direktori Application Data (X:\Documents and Settings\%username%\Application Data) dan Favorites (X:\Documents and Settings\ %username%\Favorites) dengan nama file yang telah diset oleh pembuatnya sebelumnya. Lalu membuat item Run baru di Registry HKCU\Software\Microsoft\Windows\Current Ver-sion\Run\%NamaFileInduk% agar dapat aktif otomatis pada saat kali pertama memulai Windows.

· Flash Disk. Ia akan membuat dua buah file, yakni autorun. Inf dan satu file induk yang namanya mengikuti apa yang telah diset sebelumnya oleh pembuatnya. Ini gunanya untuk menyebarkan diri saat user mengakses drive tersebut.

· Drive. Pada tubuh virus tersebut, ia memiliki procedure “SerangDrive(Lokasi)”, yakni sang virus akan mencoba menyerang beberapa drive mulai dari drive C hingga G. Jika drive tersebut terdapat di komputer Anda dan dapat ditulisi, ia akan membuat kopian atas dirinya pada drive tersebut.

· Folder Root, Folder II (Up), Folder III (Up). Maksudnya, virus ini akan meng-copy-kan dirinya ke root folder, subfolder satu tingkat di bawahnya, dan sub-folder dua tingkat di bawahnya.

· My Documents, Nethood, Windows. Virus ini memerintahkan untuk menyerang direktori My Documents, Nethood, dan Windows. Juga dengan menggunakan nama file yang telah diset sebelumnya.

· Recent Folder. Ini akan menyerang folder Recent atau folder yang berisi shortcut yang mengarah kepada dokumen yang terakhir dibuka. Yang dilakukan virus ini, ia akan membuat shortcut atas dirinya pada folder Recent, jadi saat Anda membuka menu Documents (Start > Documents) akan terdapat shortcut yang mengarah kepada file virus.

Duplikat File
Pembuat virus dapat menentukan extension file mana saja yang akan diserang, di antaranya doc, xls, ppt, rtf, rar, zip, mp3, pdf, jpg, gif, bmp, docx, xlsx, dan pptx. Apabila ditemukan file dengan extension yang dipilihnya itu, maka virus itu akan membuat duplikat dengan nama yang sama dengan file yang ditemukannya itu hanya saja ia memiliki extension .vbs. Dan file aslinya, akan diberi attribut hidden dan system sehingga tidak terlihat pada explorer.

Stealth
Ia pun dapat menyamarkan diri dengan menggunakan icon dari dokumen lain. Pada program Virus Generator ini terdapat opsi “Penyamaran icon VBS” dengan pilihan extension, antara lain doc, xls, ppt, rar, zip, rtf, mp3, jpg, gif, dan bmp.

Misalkan extension yang dipilih adalah doc, maka nantinya saat komputer terinfeksi oleh virus ini, icon dari setiap file .vbs akan berubah menjadi icon seperti dokumen Microsoft Word (doc). Cara yang dilakukannya tentu saja dengan bantuan Registry, yakni dengan mengambil nilai dari DefaultIcon untuk extension doc yang seterusnya ia pakai untuk DefaultIcon untuk extension vbs. Tidak hanya itu, ia juga mencontek Type Information dari extension doc, jadi pada Explorer, setiap file vbs, Type Information nya akan terbaca sebagaimana file doc, yakni Microsoft Word Document bukan lagi sebagai VBScript Script File. Apalagi untuk menambah penyamarannya ia pun membuat sebuah value baru lagi dengan nama NeverShowExt pada extension vbs. Ini membuat explorer tidak akan menampikan extension dari setiap file vbs. Tentu ini akan semakin mempersulit user dalam membedakan antara virus dan dokumen asli.

Restriction
Demi mempertahankan kelangsungan hidup virus hasil buatannya, Generator ini memiliki opsi untuk memblokir program atau fitur Windows yang dikehendaki, seperti Task Manager, Registry Editor, MsConfig, Command Prompt, dan Attrib. Jadi, misalkan user menjalankan program Task Manger (taskman.exe),
Windows malah akan menjalankan Notepad yang berisi bahasa binary yang merupakan isi dari file taskman.exe.

Selain itu, akses terhadap menu Find/Search dan Folder Options akan dihilangkan. Tapi sebelumnya, ia akan mengeset Folder Options untuk tidak menampilkan file dengan attribut hidden dan system, dan tidak menampilkan extension yang dikenal Windows. Dan terdapat pula opsi “Disable Merge Reg”, “Disable Install Inf”, dan “Disable Edit Vbs”. Maksudnya, user tidak akan bias melakukan Merge pada file Registry (.reg), tidak bisa melakukan Install pada file .inf, dan tidak bisa melakukan edit terhadap file.vbs. Karena bila user melakukannya, virus ini akan me-logoff komputer dengan memanggil file logoff.exe milik Windows.

Polymorphic
Pembuat generator ini lebih tepatnya menamakannya sebagai “Polimorfi g CRC”. Dari penulisannya saja sudah salah, tapi apakah rutinnya juga salah? Perlu diketahui sebelumnya, bahwa jika rutin virus ini dibuka, pada bagian atas source code atau tubuh virus akan terdapat string “Rem Sega3971486091”. Kata Sega di sini merupakan nama virus, dan ini akan tergantung pada apa nama virus yang dibuat saat itu, sementara angka numerik di belakangnya merupakan bilangan acak. Dan yang dilakukan virus ini untuk ber-polymorphic adalah dengan cara menggenerate ulang nilai random yang nantinya akan menggantikan nilai random yang sudah ada sebelumnya di awal badan virus itu.

Encryption
Untuk mempersulit pendeteksian, Vir.VBS Generator ini memiliki kemampuan untuk mengenkripsi virus buatannya. Untuk mendekripnya pun cukup menggunakan rutin decryptor yang ada pada tubuhnya. Enkripsi yang digunakan adalah sandi geser atau Caesar Cipher yang digunakannya ditambah dengan teknik reverse atau membalik kata/kalimatnya. Misalkan string “WScript.Shell” akan menjadi “mmfi T/uqjsdTX”.

Time-Bomb
Pembuatnya dapat mengeset tanggal dari bom waktu. Apabila tanggal sesuai, virus tersebut akan membuat item Run baru di Registry yang memanggil perintah logoff dan shutdown yang dijalankan saat memulai Windows. Jadi, user akan sulit untuk login pada tanggal tersebut. Selain itu, ia pun akan mencoba membaca folder Recent untuk menghapus file–file yang baru saja Anda buka. Jadi, berhati–hatilah.

Gunakan PCMAV!
Anda tidak perlu repot untuk membasmi Vir.VBS Generator atau bahkan virus hasil buatannya. Karena PCMAV yang telah disempurnakan ini, dapat mengenali sekaligus membasminya secara tuntas dan akurat.
anda dapat download pcmav disini

Minggu, 18 Mei 2008

PILGUB BALI


Untuk pertama kalinya indonesia melakukan pemilihan gubernur langsung ,,,membuat suasana baru dalam politk n demokrasi ... menghebohkan memang,, sarat dengan persaingan

gambar diatas adalah calon cagub dan cawagub bali semua mempunyai misi dan misi tersendiri

inilah salah satunya

DPP PDI Perjuangan memutuskan Mayjen Pol I Made Mangku Pastika dan Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Bali. Mangku Pastika saat ini menjabat Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) dan yang telah berhasil menangani kasus bom Bali sewaktu menjabat Kapolda Bali. Sedang Puspayoga kini Walikota Denpasar yang memasuki periode kedua. Masyarakat Denpasar mengenal Puspayoga sebagai pejabat yang merakyat dan ramah serta tidak membeda-bedakan status sosial. Demikian pula sebagai Walikota, meskipun dia kader PDI Perjuangan dapat bekerjasama dengan parpol lain termasuk dengan Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Panitia Mukernas PKS, Mujiono mengakui selama ini pihaknya bekerjasama dengan Walikota Denpasar, Puspayoga

cbs

DENPASAR, SABTU - Sebanyak lima partai politik yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) berhasil mengusung pasangan Cokorda Budi Suryawan SH dengan Drs Nyoman Gede Suweta sebagai calon Gubernur Bali 2008-2013.
Ketua Pemenangan Pilkada KRB, I Ketut Suwandhi di Sanur, Bali, Sabtu (22/3) malam mengatakan, bahwa pasangan Cagub Cok Budi Suryawan (CBS) - Suweta yang diusung KRB merupakan pasangan yang diharapkan masyarakat Bali.
Sebelum menetapkan pasangan Cagub CBS dengan Cawagub Suweta, koalisi parpol tersebut melakukan rapat menentukan paket Cagub sebulan lalu, melalui seleksi dan pertimbangan ke DPP Partai Golkar.
Kelima partai politik itu meliputi Partai Golkar, Partai Nasional Indonesia Marhaenis (PNI-Marhaenis), Partai Indonesia Baru (PIB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Peduli Bangsa (PKPB).
Selain itu juga dua parpol yang telah menyatakan akan bergabung dengan KRB, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dengan demikian nantinya mencapai enam parpol dengan total suara lebih dari 20 persen. "Hingga kini baru secara resmi ada empat parpol yang mendukung CBS-Suweta," kata Suwandhi yang juga ketua DPD II Partai Golkar Kota Denpasar.
Dalam pidato politiknya, pasangan CBS-Suweta menekankan, komitmennya untuk mencerdaskan melalui pendidikan, meningkatkan peranan budaya dan kesejahteraan untuk rakyat Bali. "Kami ingin bersama-sama warga masyarakat untuk membangun Bali agar lebih baik dari yang sekarang. Tanpa kebersamaan dari warga masyarakat, kehadiran kami tidak akan berarti apa-apa," kata Budi Suryawan dengan santun.
Pada deklarasi KRB tersebut juga dihadiri wakil ketua umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, Ketum PNI-Marhaenis Sukmawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pertimbangan PPP, Bachtiar Chamsyah serta sejumlah fungsionaris DPP Golkar dan ketua DPD kabupaten/kota di Bali.
Agung Lakosono menegaskan, parpol yang telah menyatakan dukungan kepada CBS-Suweta agar disosialisasikan terhadap kader-kader parpol dan simpatisannya untuk memilih pasangan tersebut. "Kami harapkan dukungan tak hanya pada deklarasi saja, tetapi juga sekaligus memenangkan pasangan CBS-Suweta dalam Pilkada Bali yang akan berlangsung pada 9 Juni mendatang," kata Agung Laksono yang disambut dengan yel-yel CBS-Suweta pasti menang.
Dengan dideklarasikannya pasangan CBS-Suweta tersebut berarti telah ada tiga pasang Cagub dan Cawagub yang akan bertarung dalam perhelatan akbar Pilkada Bali.

win-ap
Visi
“Menuju Masyarakat Bali yang Sejahtera, Berkeadilan Dilandasi oleh Iman dan Budaya” Misi :
1. Meningkakan kualitas hidup (Quality of live) masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat (perekonomian)2. Peningkatan pelayanan umum (Publik service) meliputi peningkatan infrastruktur, , peningkatan pelayanan administrasi dan komunikasi, serta peningkatan sosial budaya3. Membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa, gotong royong, serta harmonisasi antar seluruh lapisan masyarakat dalam heterogenitas agama suku dan adat istiadat.4. Mewujudkan supremasi hukum dan menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif dan efisien guna terciptanya overnance

cbs

DENPASAR, SABTU - Sebanyak lima partai politik yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) berhasil mengusung pasangan Cokorda Budi Suryawan SH dengan Drs Nyoman Gede Suweta sebagai calon Gubernur Bali 2008-2013.
Ketua Pemenangan Pilkada KRB, I Ketut Suwandhi di Sanur, Bali, Sabtu (22/3) malam mengatakan, bahwa pasangan Cagub Cok Budi Suryawan (CBS) - Suweta yang diusung KRB merupakan pasangan yang diharapkan masyarakat Bali.
Sebelum menetapkan pasangan Cagub CBS dengan Cawagub Suweta, koalisi parpol tersebut melakukan rapat menentukan paket Cagub sebulan lalu, melalui seleksi dan pertimbangan ke DPP Partai Golkar.
Kelima partai politik itu meliputi Partai Golkar, Partai Nasional Indonesia Marhaenis (PNI-Marhaenis), Partai Indonesia Baru (PIB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Peduli Bangsa (PKPB).
Selain itu juga dua parpol yang telah menyatakan akan bergabung dengan KRB, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dengan demikian nantinya mencapai enam parpol dengan total suara lebih dari 20 persen. "Hingga kini baru secara resmi ada empat parpol yang mendukung CBS-Suweta," kata Suwandhi yang juga ketua DPD II Partai Golkar Kota Denpasar.
Dalam pidato politiknya, pasangan CBS-Suweta menekankan, komitmennya untuk mencerdaskan melalui pendidikan, meningkatkan peranan budaya dan kesejahteraan untuk rakyat Bali. "Kami ingin bersama-sama warga masyarakat untuk membangun Bali agar lebih baik dari yang sekarang. Tanpa kebersamaan dari warga masyarakat, kehadiran kami tidak akan berarti apa-apa," kata Budi Suryawan dengan santun.
Pada deklarasi KRB tersebut juga dihadiri wakil ketua umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, Ketum PNI-Marhaenis Sukmawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pertimbangan PPP, Bachtiar Chamsyah serta sejumlah fungsionaris DPP Golkar dan ketua DPD kabupaten/kota di Bali.
Agung Lakosono menegaskan, parpol yang telah menyatakan dukungan kepada CBS-Suweta agar disosialisasikan terhadap kader-kader parpol dan simpatisannya untuk memilih pasangan tersebut. "Kami harapkan dukungan tak hanya pada deklarasi saja, tetapi juga sekaligus memenangkan pasangan CBS-Suweta dalam Pilkada Bali yang akan berlangsung pada 9 Juni mendatang," kata Agung Laksono yang disambut dengan yel-yel CBS-Suweta pasti menang.
Dengan dideklarasikannya pasangan CBS-Suweta tersebut berarti telah ada tiga pasang Cagub dan Cawagub yang akan bertarung dalam perhelatan akbar Pilkada Bali.

TAHAPAN-TAHAPAN PENTING PILGUB BALI 2008
Pemutakhiran Data Pemilih
Pengumuman Daftar Pemilih Sementara tanggal 2-11 Mei 2008 Perbaikan Daftar Pemilih Sementara tanggal 12-14 Mei 2008 Pencatatan Daftar Pemilih Tambahan tanggal 15-17 Mei 2008 Pengumuman Daftar Pemilih Tambahan tanggal 18-20 Mei 2008 Pengumuman Daftar Pemlih Tetap tanggal 24-26 Mei 2008 Pencalonan
Pengambilan Formulir Calon tanggal 5-11 April 2008 Pendaftaran Pasangan Calon tanggal 12-18 April 2008 Pengumuman Pasangan Calon yang memenuhi persyaratan tanggal 15-19 Mei 2008 Penentuan Nomor Urut Calon tanggal 20-26 Mei 2008 Kampanye


Kampanye tanggal 22 Juni-5 Juli 2008

Masa Tenang tanggal 6-8 Juli 2008

Pemungutan Suara
9 Juli 2008 pukul 07.00-13.00 wita

Penetapan Pemenang
19-21 Juli 2008 winasa






Minggu, 11 Mei 2008

Sekilas Jardiknas & sejarah jardiknas

SEKILAS JARDIKNAS

Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.
Sejarah Jardiknas
Istilah JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional) digunakan pertama kali bulan Juli 2006 sejalan dengan program pengembangan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) di lingkungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas. Pada awalnya, PSMK Mandikdasmen Depdiknas berencana membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Propinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk sekolah SMK yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.
Sejalan dengan program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Ada 32 perguruan tinggi negeri sebagai simpul lokal INHERENT dimana simpul lokal tersebut mendistribusikan koneksinya ke perguruan tinggi lain di wilayah masing-masing. Hingga akhir tahun 2006 infrastruktur JARDIKNAS dan INHERENT belum sepenuhnya terintegrasi menjadi satu kesatuan inrastruktur jaringan pendidikan nasional secara utuh.
Pada bulan Maret 2007, infrastruktur JARDIKNAS diresmikan oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara pembukaan konferensi regional antar Menteri Pendidikan se Asia Tenggara di Bali (SEAMEO – South East Asian Ministry Of Education). Peresmian JARDIKNAS tersebut diikuti dan disaksikan juga oleh 34 lokasi terpilih melalui sistem Video Conference JARDIKNAS secara bersamaan yang melibatkan perwakilan dari beberapa Dinas Pendidikan Propinsi, Kota/Kabupaten, Perguruan Tinggi (INHERENT) dan beberapa sekolah.Pada bulan akhir Mei 2007, Komisi X DPR RI melakukan evaluasi terhadap program Teknologi Informasi dan Komunikasi di lingkungan Depdiknas. Hasil evaluasi tersebut mengamanahkan untuk mengintegrasikan secara utuh keberadaan infrastruktur jaringan online di lingkungan DEPDIKNAS (JARDIKNAS dan INHERENT) agar berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
Dalam rangka integrasi Jardiknas dan Inherent tersebut, Biro Perencanaan dan KLN Sekretariat Jenderal Depdiknas ditugaskan untuk membuat perencanaan dan mengimplementasikan infrastruktur jaringan online skala nasional yang terpadu. Mulai bulan Agustut 2007 program integrasi tersebut secara resmi menggunakan satu istilah saja yaitu: JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional). Dimana infrastruktur INHERENT yang sebelumnya berdiri sendiri, sekarang telah terintegrasi secara utuh bagian dari JARDIKNAS (zona Perguruan Tinggi)
Secara umum pada Jardiknas dibagi menjadi 4 (empat) zona jaringan, yaitu: Zona Kantor Dinas Pendidikan, Zona Perguruan Tinggi (INHERENT), Zona Sekolah dan Zona Personal. Pembagian zona didasarkan pada kondisi geografis, ketersediaan teknologi, skala kebutuhan, fungsi dan manfaat program Jardiknas untuk setiap institusi dan komunitas pendidikan.

Original Design by : x-template.blogspot.com.

Modified by :...